Suci Sekeping Hati #Saujana
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba
Kekuatanku dan keutamaanmu menjadi bekal bagimu untuk memimpin umat
kata ‘Umar bin Khatab pada sahabatnya, Abu Bakar ash-Shiddiq. Ya, beliau meneladankan kesiapan untuk memimpin dan dipimpin :)
Yaa Allah, persulit hamba dalam melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada-Mu sedekat apapun hamba kepadanya.
persulit yaa Allah, tolong untuk dipersulit
Aaamiin
(via kurniawangunadi)
Never ask a linguist how many languages they speak - it’s a little bit like asking a doctor how many diseases they have.
Brent Woo (TEDxEMU)
Rasa malas yang mengendap dalam waktu yang lama akan menjelma menjadi kebodohan.
Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)
9gag:
The difference between a Boss and a Leader
MASGUN: Tulisan : Dewasa, Kasihan Sekali Engkau
Orang yang berpikir sok dewasa, mengatakan bahwa dewasa itu tidak lagi bertingkah seperti anak-anak.
Kasihan sekali engkau duhai orang dewasa, yang menganggap dewasa diukur dari tingkah laku. Mari sedikit aku ajak jalan-jalan.
Kau tau, aku masih bermain dengan mobil-mobilan, membangun kota…
- Saya: tiga tahun lagi kamu ingin jadi apa?
- Adik: saya ingin *menyebutkan banyak hal*
- Saya: Buku apa yang kamu baca sekarang?
- Adik: *menyebutkan deretan berbagai buku*
- Saya: Nah gitu dong, kamu menyiapkan dirimu kelak dengan bacaanmu yang sekarang
- Adik: *senyum*
← Earlier posts
Page 1 of 116

